Search This Blog

Popular Posts

Friday, December 19, 2014

sangat bersyukur sekali jika bertemu dengan orang2 baik
sekecil apapun kebaikan mereka
terima kasih ... semoga dibalas dengan kebaikan yg lebih baik
karena Ia adalah sebaik2 pemberi balasan ..

Wednesday, December 10, 2014

My beloved Family (II)



“Ngga terasa ya, kita sudah melewatinya sepuluh tahun. Aku bahagia sekali malam ini, terima kasih ya Mas... “, ungkap Aini saat mereka makan malam di sebuah restoran.
 “Ya sayang, Mas juga bersyukur sekali atas segala nikmat yang Allah karuniakan. Kehadiranmu, anak-anak, sebuah rumah meskipun sederhana, dan semuanya yang telah Allah titipkan kepada kita, alhamdulillah ... “, Rangga lalu menggenggam erat tangan istrinya.
“Inget ga Mas, waktu awal-awal nikah kita sering makan di warung sotonya Mang Eem. Karena tempatnya yang selalu rame kita sering ga kebagian tempat, malah sering juga kehabisan”
“Iya ya, habis ga ada pilihan lain, yang murah dan enak ya disitu itu”, Rangga menimpali. Dan mereka pun tertawa mengingat masa-masa itu. Di sela pembicaraan aini mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. “Ini buat Mas”
“Wah apa nih..”, Rangga yang terlihat sedikit kaget tapi juga sangat senang karena diberi hadiah. “Mas bahkan ga sempat beli apa-apa buatmu”, ungkapnya dengan perasaan tidak enak.
“Ngga apa-apa Mas, emang udah disiapin. Lagian aku udah sering dikasih hadiah, sekarang gantian ..”
Hadiah meskipun ia tidak mahal, namun bisa menjadi sebuah bentuk ungkapan kasih sayang yang cukup berarti bagi yang menerimanya. Seperti kata Rasulullah ‘tahaaduu tahabbuu’, saling memberi hadiahlah, maka kalian saling akan saling mencintai. Dan juga karena mencintai adalah memberi,  memberi dengan segenap ketulusan hati kepada yang dicintai, apapun itu.
“Masya Allah Aini, ini kan jam yang Mas pengen beli waktu itu ..”, yang diberi hadiah kembali sumringah melihat pemberian istrinya itu. Ya, beberapa waktu yang lalu Rangga sempat ingin membeli sebuah jam tangan yang sangat ia idamkan. Tapi karena kepentingan lain, akhirnya ia memutuskan tidak jadi membelinya.
“Mudah-mudahan Mas suka ..”
“Duh ini mah bukan suka lagi, tapi suka bingiiiittss ..”. Aini tersenyum geli melihat tingkah suaminya itu. “Tapi kamu uang dari mana sayang, uang belanja aman-aman aja kan?”, terlihat wajahnya menyimpan sedikit kegelisahan.
“Insya Allah masih aman terkendali semuanya ..”, jawab Aini tenang
“Terus, buat yang lain juga sudah semua kan? Orang tua Mas, orang tuamu, uang sekolah si  Fikri, terus ..”, ujar Rangga sambil mengingat-ngingat. Masya Allah suamiku, itulah yang semakin membuatku semakin menyayangimu setiap saat. Tidak ada satupun orang-orang yang kau sayangi, yang ingin kau luputkan dari perhatianmu. Orang tuamu, orang tuaku, Fikri yang sejak umur tujuh tahun menemani dan menjadi tanggung jawab kita, dan semuanya. Bagaimana kau memperlakukan orangtuaku seperti orangtuamu sendiri. Bukan jumlah atau besarnya pemberian pada mereka yang jadi tolak ukur, tapi bentuk kepedulian dan perhatianmu itulah yang amat sangat aku hargai.
“Alhamdulillah Mas semua yang jadi amanah kita sudah ditunaikan, jangan panik gitu deh ..”, Aini mencoba menggoda suaminya.
“Alhamdulillah ... jazakallahu khoir ya ummu Ayyash ..”, Rangga kembali memegangi erat tangan istrinya, sambil tersenyum yang paliing manis.
“Tapi Mas, berhubung BBM naik, harga barang-barang malah udah naik duluan, beberapa tagihan bulanan juga ada kenaikan. Aku juga sudah berusaha sehemat mungkin tapi susah juga. Jadi ... bulan depan aku sangat berharap uang belanja juga dinaikkan ya Mas hehe”, ujar Aini sedikit bercanda namun wajahnya penuh harap
“Ohh .. “, Rangga menghela nafas, wajahnya yang tadi sangat ceria berubah menjadi tak berekspresi. Sedikit kaget mungkin, tapi memang itulah realita yang harus dihadapinya sebagai kepala keluarga :D
“Iya deh, insya Allah mudah-mudah bulan depan bisa naik uang belanjanya hiks”, lanjut Rangga sambil menyeruput habis minumannya.
“Alhamdulillah, makasih ya Maass... “, Aini  memberi senyuman termanis untuk suaminya.
“Oh ya, tadi Mas ketemu sama Nadia”, Rangga kembali membuka percakapan.
“Nadia??”, kening Aini sedikit berkerut mendengar nama itu, karena sedikit banyak ia telah mendengar cerita tentang wanita itu dari Rangga. Yang ditanyapun akhirnya menceritakan semua yang telah ia ketahui. Dan kini wajah Aini yang berubah menjadi datar. Antara prihatin dan juga simpati dengankisah hidupnya, tapi juga bercampur dengan rasa cemburu yang mungkin tak beralasan.
.
  
*kok jadi mirip novel bang jonru ya, dikit sih miripnya
  tapi yang pasti  bagusan novelnya beliaulah :D
  ternyata bukan bukan cuma wajah manusia yang kadang bisa mirip didunia ini
  tapi pemikiran pun bisa sama ternyata...
  







Wednesday, December 3, 2014

aku yakin, bahwa aku  tidak salah telah menolakmu untuk yang ke sekian kalinya
tidak ada sedikitpun kebanggaan dalam hatiku untuk melakukannya
karena keyakinan itu memang tidak ada
dan bukan pula karena aku merasa lebih baik darimu, bukan ...
aku pun masih tertatih untuk menjadi hambaNya yang lebih baik
bagaimana mungkin kita berjalan bersama jika arah yang kita tempuh berbeda
maaf ...

bagaimana bisa aku menerimamu,
sedang Tuhan yang menciptakanMu saja tidak begitu engkau cintai
tidak Engkau tunainkan hak2Nya
padahal kau diciptakan dan dipelihara olehNya

lalu apalagi diriku .. yang hanya makhlukNya
bagaimana bisa kau mencintaiku dengan ketetulusan hatimu

Semoga Allah membukakan hatimu,menuntunmu
membimbimbingmu ke jalanNya aamiin ...

Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya (HR. Abu Daud).

Monday, November 17, 2014

Where is your heart Mr. President?

Yah bener deh BBM naik
Duh Pak Presiden baru, sudah terpilih
bukannya segera menyelesaikan berbagai masalah yang ada di muka bumi Indonesia ini malah ...
Katanya akan mensejahterakan rakyat malah ...

Saya inget dulu jaman Pak SBY, saat harga minyak dunia turun,
harga BBM bersubbsidi pun ikut diturunkan *baru menyadari ternyata pak SBY itu sangat peka dan lembut hatinya :(
Iya..  maksudnya, ia sadar bahwa harga minyak dunia turun, dan ingin rakyatnya juga merasakan kebahagiaan itu juga hiks 

Dan ini hebatnya Presiden baru kita, belum genap tahta kepresidenan didudukinya, sudah mngambil kebijakan yang sangat menyakitkan. Saat minyak dunia turun, BBM bersubsidi malah dinaikkan huhu.... Miris semirisnya
Kalau sekedar naik mungkin ga terlelu berat, tapi efek dominonya itu lho, yang semakin membebani rakyat.
*kalo kartu domino mungkin masih bisa dimainin asal ga pake uang, tapi kalo efek domino, itu adalah salah satu kondisi yang cukup mengerikan menurut saya dalam perekonomian, karena dampaknya yang perlahan namun pasti.

Dari mulai harga-barang yang naik duluan sebelum BBM naik, belum lagi tarif TDL nantinya, ongkos transportasi, dll dll dll
Padahal BBM itu kan bagian dari kekayaan negara, dan mempengaruhi hajat hidup orang banyak, artinya harus dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.. Begitu menurut hemat saya 

Kasihan sekali ibu2 rumah tangga yang jadi tambah pussssing memikirkan biaya rumah tangga, biaya sekolah anak-anaknya, dll dll dll
Saya sebagai calon emak2 *insyaAllah mudah2n,
tentunya turut merasakannya ...

Dan bukannnya dulu saat pak SBY menjabat, dan terjadi juga kenaikan BBM, partai pendukukng Anda itu yang teriaknya paling kenceng bahwa dengan naiknya BBM akan semakin menyengsarakan rakyat, sekarang kok ...

Kalau konpensasinya kartu-kartu itu, apa benar akan efektif dan efisien ?
Cara kerja sistematisnya aja masih belum jelas?
Apa sebanding dengan derita rakyat yang ditimbulkan dengan naiknya BBM ini??

Where is your heart Mr. President?
You have promised that u will make people be better
but the fact is ...........

yang kemarin milih yang dua jari,
salam gigit jari deh
salam dua ribu  juga
#_#

*btw Slank sama bang Oi, bikin lagu baru ga yaa atas kenaikan BBM inih  -__-

Wednesday, October 29, 2014

Sedikit heran, tapi tak dipungkiri ada jg senengnya sih dikit  :D
sebenernya blog inih  b e l u m  pernah sama sekali dishare apalagi dipublikasikan ke publik *halah
tapi sepertinya blog ini telah terdeteksi, terbaca atau memang sengaja dibaca oleh 'beberapa' orang.

Siapa yaa kira2..  Yah ga apa2lah, berarti ada yang punya sedikit perhatian sama sayah, alhamdulillah ...

Dan saya juga ingin meminta maaf, karena mungkin blog ini memuat hal2 yg kurang berkenan di hati para
permisah.. Saya memang bukan penulis handal apalagi profesional, yang bisa merangkai kata bak pujangga, dan melahirkan setiap kata yang mampu menghanyutkan hati dan pikiran para pembacanya.

Blog ini hanyalah sebuah ungkapan segenap perasaan di hati saya yang ingin saya luapkan, senang, bahagia, tapi sepertinya memang kebanyakan melownya huhu..  Blog ini cuma sekedar catatan hati seorang ist_. eh, seorang jomb_, eh ga deh meskipun itu fakta tp kedengarannya terlalu menyedihkan   =_=
Mungkin lebih tepatnya sebuah catatan hati seorang hamba dengan segala kedhoifan dan jg kerapuhannya sebagai makhluk, Allah ...  !_!
Kalau waktu sekolah dulu suka nulis2 di diary, sekarang blog inilah yg jadi sasarannya. Karena memang
ada kelegaan tersendiri setelah menuliskannya.

It's all true, and it's all from deep inside my heart ...





Sunday, October 12, 2014

My beloved family (I)


Remember our tenth anniversary today?
Anak-anak semua lagi di rumah neneknya.  
               So,  ntar malem kita jadi ngedate ya ^^

Rangga tersenyum kecil membaca sebuah isi pesan singkat yang baru saja masuk ke handphonenya.    
Kau tetap tidak berubah Aini, gumamnya dalam hati. Sama  seperti Aini yang baru kukenal sepuluh tahun yang lalu. Tetap kekanak-kanakan dan manja namun sangat perhatian, pada diriku dan juga anak-anak kita. Dan hal itu  jugalah yang membuat diriku tetap bersemangat, menjalani hari-hariku sebagai seorang suami dan juga ayah dari anak-anak kita. Dan terlebih lagi sebagai makhlukNya, yang tak lepas dari semua kewajiban-kewajiban yang harus dijalankan dan telah diamanahkanNya.  Tidak hanya sebagai seorang istri, dan juga ibu dari anak-anakku,  bagiku kau juga adalah  sahabat sejatiku. Yang setia mendengar semua keluh kesahku, cerita-ceritaku, yang senantiasa menyemangatiku dan juga menasehatiku dengan segala ketulusanmu, saat diriku sedang dilanda kebingungan atau kepenatan.  Thanks for everything my dear .. gumamnya penuh syukur dalam hati.

Yes my dear, I remember it. Just wait for me. Luv u  ..
Pesan balasan segera dikirim.

Setelah melaksanakan sholat Maghrib, Rangga segera melangkahkan kakinya untuk pulang agar bisa segera tiba di rumah dan menjemput istrinya untuk keluar malam ini. Memang sudah dua hari ini ia tidak bertemu dengan Aini  karena tugas ke luar kota. Dan tadipun setelah tiba di bandara, ia memang tidak pulang ke rumah, tapi langsung ke kantor. Ada hal yang harus ia segera selesaikan. Dan sebenarnya bukan karena hanya momen sepuluh tahun pernikahan ini saja  ia ingin merayakannya bersama dengan Aini, tapi memang karena sudah berapa kali ia terpaksa harus membatalkan janji dengan istrinya itu karena alasan pekerjaan. Dan ia cukup merasa bersalah akan hal ini.

Namun baru beberapa langkah setelah keluar dari lift, tiba-tiba sebuah suara memanggil namanya. Sang pemilik nama pun lalu menghentikan langkahnya dan mengalihkan pandangannya menuju asal suara. Dengan seksama ia pun memandangi wajah wanita itu yang kemudian berjalan mendekatinya itu.

“Kamu ingat aku kan ??”, tanya wanita itu. Rangga terdiam sejenak. Ingatannya kembali pada masa lalu. Saat gelora jiwanya masih membara dan begitu menggebu untuk meraih cita dan cinta. Saat ia masih berada di bangku kuliah dan aktif di sebuah organisasi dakwah kampus, dimana ia menjabat sebagai ketua dan Nadia sebagai sekretarisnya.  Tentu saja aku masih sangat ingat Nadia...  gumamnya dalam hati. Kau yang pernah menjadi wanita yang sangat kukagumi saat itu, dan juga amat sangat kuharapkan untuk menjadi pendampingku, ibu dari anak-anakku suatu saat nanti. Namun kenyataannya, kau juga yang membuat diriku terluka dan  seperti kehilangan arah. Karena  dirimu lebih memilih laki-laki pilihan orang tuamu dari pada aku. Seandainya kau tahu Nadia, betapa sangat terpuruknya diriku saat itu. Entahlah, mungkin karena memang jiwaku yang masih labil untuk menghadapi kenyataan hidup, atau karena aku yang memang terlalu berharap padamu. Ah sudahlah, tidak ada yang salah dengan semuanya. Intinya kau memang tidak ditakdirkan untukku. Namun akupun sangat bersyukur, karena Ia telah menggantinya dengan mengirimkan seorang bidadari untukku. Yang sangat mencintaiku dan juga sangat kucintai saat ini, Aini. Qadarullah wama sya’a fa’ala ...

“Tentu saja Nadia aku ingat, apa kabar ?”, tanya Rangga datar, namun ia tetap berusaha untuk tersenyum.

“Alhamdulillah baik.. aku melihatmu tadi di mushola. Setelah kuperhatikan ternyata ini memang dirimu“, Nadia menjelaskan. “Oh, ya aku juga minta maaf untuk..”. 

“Sudahlah, aku sudah melupakan semuanya. Oh ya, tidak menyangka bisa bertemu denganmu. Kamu ngantor di gedung ini juga?’, Rangga mengalihkan pembicaraan.  Karena  jujur saja, ia sangat tidak ingin mengenang kembali masa lalunya itu. 

“Ya, aku sudah  dua tahun disini. Sepertinya kamu yang baru ya, karena selama aku bekerja disini belum pernah melihatmu”

“Iya, baru  satu minggu aku ditempatkan pada cabang perusahaan di sini. Oh, ya sudah berapa  anakmu Nad?”, tanya Rangga kembali mencairkan susana. Tapi yang ditanya malah diam, lalu menunduk. Setelah diam beberapa saat ia lalu mulai bicara. “Pernikahanku gagal, aku telah berpisah dengan suamiku. Pernikahan kami hanya bertahan sesaat”, Nadia menjelaskan dan terlihat  berusaha menahan tangisnya. “Mantan suamiku ternyata bukan orang yang baik, prilakunya buruk dan ia lebih sering menyakitiku, dan sepertinya ia memang tidak pernah mencintaiku sama sekali”, sebutir bening pun mengalir dari sudut matanya.
Rangga cukup terkejut mendengar cerita dari wanita yang ada di hadapannya itu. Namun ia juga hanya bisa terdiam.  Semua adalah takdirNya, desisnya dalam hati. Innalillaah ...

“Maaf Nadia, aku memang tidak pernah mendengar tentang kisahmu. Aku turut prihatin. Kau harus tetap sabar, mudah-mudahan Allah akan mengantinya dengan memberikan pasangan yang lebih baik untukmu”, ujar Rangga berusaha menenangkan. Perlahan Nadia pun terlihat tenang kembali sambil sesekali menyeka air matanya.

“Makasih Ngga. Oh ya, kamu sudah menikah?”, tiba-tiba pertanyaan itu begitu saja muncul dari mulut Nadia. Namun ia merasa sepertinya ada yang salah dengan pertanyaannya. “Maaf, perntanyaanku seharusnya bukan seperti itu”, ia menunduk.

“Ya Nad, aku sudah menikah sepuluh tahun yang lalu. Dan alhamdulillah, telah dikaruniai dua orang anak, laki-laki dan perempuan”, Rangga coba menjelaskan.

“Betapa beruntungnya dan betapa bahagianya dirimu Ngga. Andai saja aku. ..”

“Sudahlah Nad, jangan pernah menyesali apa yang sudah terjadi. Mudah-mudahan kelak kaupun bisa merasakan kebahagiaan yang sama”.

“Aamiin, jazakallah khoir akhi ...”, ujar Nadia sambil tersenyum. Rangga tersenyum tapi hanya sesaat. Ia segera mengalihkan pandangannya.




                                                                                             Bekasi, Januari 2014


Friday, October 3, 2014

beginilah fitnahnya kalo masih single fighter
cuek aja dibilang sombong
berusaha ramah dan suka senyum,
malah dikira tebar pesona

yaa Allah.....  !_!

Robbi, kirimkanlah aku.....................



Monday, September 15, 2014

Tuesday, August 12, 2014






terkadang masih tidak menyangka, bahwa dalam usia yang masih 2 tahun ini kamu sudah menjadi yatim nduk... !_!
meskipun tanpa ayah, semoga kelak engkau menjadi anak laki2 yang shalih, kuat, sehat, cerdas,
penyejuk hati orang tuamu 

dan semoga ayahmu ditempatkan di sebaik-baik tempat di sisiNya
diterima semua amal ibadahnya dan diampunkan setiap khilaf dan salahnya
dan kepeduliannya pada sesama, yang pada akhirnya harus mengorbankan jiwanya,
tidak akan sia2 dalam penilaian sang Maha Pencipta, 
semoga menjadi pemberat amal kebaikannya kelak
Allahumma aamiin ...

qodarullah wa maa syaa a fa'ala
innalillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun



for my dearest nephew
azaly azzam alfarisi

Sunday, June 29, 2014

Monday, April 7, 2014

temans ...
saat-saat seperti ini kalian pasti sangat sibuk disana
dari banyaknya kegiatan
hingga persiapan menjelang pesta demokrasi saperti saat ini
maaf ..karena diriku tidak lagi membantu
seperti dulu
karena jarak yang telah memisahkan

yakinlah..
bahwa pengorbanan kalian atas tenaga, waktu bahkan materi
tidak akan sia-sia dalam penilaianNya
keikhlasan dan ketulusan kalian insya Allah akan menjadi amal shalih

sesungguhnya Allah tdk melihat hasil
tapi bagaimana prosesnya
percuma kemenangan itu diperoleh tapi diraih dengan berbagai kecurangan
Allah tidak akan meridhainya

do'aku menyertai kalian
semoga kemenangan itu bisa diraih tahun ini
aamiin yaa Robb

good luck CPT^^



Monday, March 24, 2014

Tuesday, March 4, 2014

sejatinya tulang rusuk mengenali siapa 'pemiliknya'
tak akan pernah salah
tak akan tertukar
hanya menunggu waktu

Yaa Allah, smoga bukan hanya dalam mimpi ..

Thursday, February 6, 2014

tanpa harus diri ini memutuskan
mungkin ini adalah petunjuk dariMu

Ya Robb, Engkaulah sebaik-baik pemberi keputusan
memasrahkan semuanya hanya kepadaMu

pertemukanlah hamba dengan orang yang tepat
seseorang yang telah Kau takdirkan hanya untukku

Tuesday, January 21, 2014

bukannya terlalu idealis
atau terlalu perfeksionis
karena setiap manusia memang tak luput dari kekurangan
hanya mengikuti kata hati


dan juga tak ingin salah memutuskan

jika terlalu memilih-milih
siapalah pula diri ini
karena diri inipun tak luput dari ketidaksempurnaan 
hanya ingin mengikuti kata hati
demi seorang diyakini 
untuk menjadi sahabat sejati dan qowwam bagi diri

smoga bisa memutuskan
dengan sebaik-baik keputusan

Engkaulah yang paling mengetahui 
Wahai Pemilik hati

wa anta khoirul faatihiin ...



Thursday, January 9, 2014

Dengan niat untuk menjalankan perintahNya
mengikuti sunnah RasulNya
untuk mendapatkan kehidupan yang lebih dcintaiNya
bersama seseorang yang juga mengharapkan kasih sayangNya

fii mardhotillaah ...


mudahkanlah keinginan hati ini Ya Robb

Monday, January 6, 2014

i thought it was the best way to left u
bye my desk
my comp
my phone

bye my job..