“Saya sih setuju
aja kalo pak Hidayat dari Gubernur, ya asal bisa membuat Jakarta jadi lebih
baik lagi aja. Biaya sekolah ga mahal kalo bisa gratis sampai SMA, berobat ga
mahal, korupsi diberantas ...”
“Kalo PKS mah saya setuju ... Yang suka bikin kegiatan kegiatan sosial, pelayanan
kesehatan gratis, sembako murah, ya bagus aja deh pokoknya ....”
“Emang kalo habis
diinterview ini mau dikasih apa mba “
Ga ada Pak, cuma souvenir aja. Soalnya kita cuma mau tau aja
pendapat Bapak tentang Pilgub DKI tahun ini
“Yah, kirain mau
dikasih apa gituh, ogah deh .. saya udah capek”
Baik Pak, terima kasih ... hiks
“Saya juga setuju
sama Pak Hidayat, cuma dia itu kan orang birokrat, ya mungkin nanti harus lebih
merakyat saja, lebih apa ya ... lebih berbaur dengan masyarakat kecil gitulah
.. tapi intinya dia sudah bagus kok ...”
“Gubernur Jakarta intinya ya harus yang ngerti
tentang seluk beluk Jakarta, mulai dari sejarahnya, sampai semua permasalahan
yang ada di kota ini. Siapapun yang jadi Gubernur, harus bisa buat Jakarta jadi
lebih baik. Itu ajah sih kalo sayah mah ...”
“Ah, semuanya sama
aja. Ga Presiden, ga Gubernur, kalo belom jadi, pada janji-janji semuanya. Program
inilah program itulah, ntar kalo udah jadi aja lupa dah ... Padahal rakyat yang
udah milih mereka, bener-bener berharap banyak. Pokoknya siapa aja yang
terpilih, harus pada nepatin janji semuanyah !!”
Ok, deh bapak :p
Dan yang lebih buat
hati miris ...
Assalamu’alaikum ....
Maaf deh Bu, lain
kali ya ... kita lagi ga nerima sumbangan ( hanya menjawab dari dalam rumah yang
tertutup pagar tanpa melihat siapa yang datang )
Sungguh teganya dirimu teganya, teganya, teganyah ..... :(
Itulah lebih kurang
hasil dari interview Kejutpin (Ketuk Sejuta Pintu/direct selling-red) yang kulakukan hampir setiap Ahad selama kurang lebih 2 bulan terakhir ini, sebagai bagian dari tugas dakwah ini yang harus dijalankan.
Saya dan juga teman-teman lain ( dan juga ikhwah lainnya yang berada di seantero Jakarta Raya ini) mendatangi rumah penduduk di lingkungan
kelurahan tempat tinggal, untuk mengetahui tentang pendapat dan uneg-uneg masyarakat
mengenai pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012. Dan juga bagaimana pendapat dan masukan mereka tentang sosok Ust. Hidayat Nur Wahid, salah seorang ikhwah
terbaik dari harokah ini insya Allah, yang diamanahi untuk menjadi calon
pemimpin ibukota. Dan ini adalah pengalaman pertama saya. Takut sih
pertamanya soalnya belum pernah, takut diomelin, takut diusir. Tapi
alhamdulillah ga seekstrim itu, paling nyebelin sih disangka mau minta
sumbangan aja sama yang punya rumah :(
Selain itu masih ada juga orang-orang yang bersikap apatis
dengan kata ‘politik’. Menganggap bahwa politik itu kotor, penuh dengan
kecurangan, tipu daya, dan sebagainya. Ya mungkin saja seperti itu, jika yang
melakukannya adalah orang-orang yang tidak amanah, tidak jujur, hanya
menginginkan keuntungan pribadi dan golongan, dan yang lebih utama mereka tidak
takut pada Allah. Kita pun tahu bahwa Rasul pun berpolitik, mengurus negara dan
pemerintahan, juga mengurus umat. Hanya saja yang membedakan, kita tidak berada
dalam sistem pemerintaan Islam seperti pada masa Rasulullah atau Khalifah dulu,
tapi berada di bawah naungan democrazy (demokrasi-red).
Namun jika kita tidak turut andil di dalamnya, bagaimana kita bisa ikut
berpartisipasi dalam pemerintahan ini. Memberikan kontribusi untuk negara dan
umat. Dan jujur saja diri ini juga tidak rela jika negeriku yang tercinta ini
hanya dipimpin oleh orang-orang yang tidak amanah, tidak jujur, yang hanya
ingin mengejar keuntungan dunia saja, tanpa sedikitpun pernah memikirkan bagaimana penderitaan rakyat. Tapi insya Allah, masih ada orang-orang
yang tetap idealis dengan kejujuran, karena keimanan mereka masih terjaga
dengan baik, meskipun mungkin jumlahnya kalah banyak dengan mereka yang tergiur
dengan kemewahan duniawi. Sehingga lupa, bahwa tugas utama mereka sebenarnya adalah untuk
melayani umat/rakyat dan membenahi negeri ini, bukan sebaliknya. Wallahu a’lam
...
Intinya, mudah-mudah
apa yang sudah mereka utarakan, benar-benar dipertimbangkan apalagi bisa
diusahakan untuk segera diaplikasikan oleh pemimpin ibukota ini kelak. Karena
memang itulah suara rakyat, yang sangat berharap dapat didengar dan
diperhatikan oleh para pemimpin negeri ini.
Meskipun diriku tidak
terlahir di kota ini, namun sebagai seorang warga kota ini, dan juga sebagai
seorang yang juga memiliki darah Betawi, aku cinta kota ini. Aku ingin Jakarta
jadi lebih baik, dan lebih diberkahi, aamiin insya Allah. Jakarta, yang tidak
hanya dengan segenap kemajemukan yang ada di dalamnya, tapi juga dengan sederet
permasalahan yang harus segera dibenahi.
Ustadz ... jika
Allah mengizinkan kita untuk memenangkan dakwah ini, semoga dirimu senantiasa
dikaruniai keistiqomahan dan kemampuan untuk memimpin dengan adil bijaksana,
Allahumma aamiin ...
Allah yubaarik fiik ...
Robbi ... semoga
apa yang telah kami lakukan untuk dakwah dan umat ini, menjadi amal sholih bagi
kami. Karuniakan keikhlasan kami dalam melakukan semua amal ini, hanya karena
mengharap keridhoanMu bukan karena apapun dan siapapun selain Mu, Allahumma amiin ....
Cempaka Putih
20052012