Cinta ...
Kadang kala ia tak bisa terdefinisi
Mengapa ia bisa hadir dalam hati
Namun tak bisa dipungkiri
Bahwa cinta selalu membutuhkan kata
Tidak seperti perasaan-perasaan lain
Cinta lebih membutuhkan kata lebih dari apapun
Sebab cinta adalah gelombang makna-makna yang menggores
langit hati,
maka jadilah pelangi
Goresannya kuat, warnanya terang, paduannya rumit tapi
semuanya nyata
dan indah ...
Cinta membuat jiwa halus dan lembut
Maka semua yang lahir dari kehalusan dan kelembutan
Adalah juga makna-makna yang halus dan lembut
Itu sebabnya para pecinta selalu
berubah menjadi sastrawan atau penyair. Atau setidaknya menyukai karya-karya
para sastrawan, menyukai puisi, atau mau belajar melantunkan lagu. Bukan karena
ia percaya bahwa ia akan benar-benar menjadi sastrawan atau penyair yang
berbakat. Tapi semata-mata ia tidak kuat menahan gelombang makna-makna cinta,
yang ada dalam dirinya.
Jika tidak dilandasi dengan iman, maka yang ada hanyalah cinta hawa nafsu yang pasti akan berujung pada kemaksiatan.
Dan cinta yang paling utama adalah kecintaan kita pada Allah SWT , Robb semesta alam yang telah menciptakan dunia ini dengan segala isinya. Hati yang dihiasi dengan iman, akan selalu mecintai hal-hal yang dicintai olehNya, dan juga akan turut membenci apa-apa yang dibenci olehNya.
Cinta adalah juga memberi
Jika tidak dilandasi dengan iman, maka yang ada hanyalah cinta hawa nafsu yang pasti akan berujung pada kemaksiatan.
Dan cinta yang paling utama adalah kecintaan kita pada Allah SWT , Robb semesta alam yang telah menciptakan dunia ini dengan segala isinya. Hati yang dihiasi dengan iman, akan selalu mecintai hal-hal yang dicintai olehNya, dan juga akan turut membenci apa-apa yang dibenci olehNya.
Cinta adalah juga memberi
memberi adalah pekerjaan
dan pekerjaan cinta adalah memperhatikan, menumbuhkan,
merawat dan melindungi
Dan itu berat...
Sebab pekerjaan itu harus ditunaikan dalam waktu lama
Dan hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki
kepribadian kuat dan tangguh
maka jika kata-kata “Aku mencintaimu” telah terucap,
sejatinya ia harus mempertanggungjawabkannya
Sebab mencintai adalah keputusan besar
Ada taruhan kepribadian disana
Taruhannya adalah kepercayaan dari orang yang kita cintai
Itu adalah deklarasi jiwa
Bukan saja tentang rasa suka atau ketertarikan
Tapi kesiapan dan
kemampuan untuk memberi
Kesiapan dan kemampuan untuk berkorban
Kesiapan untuk memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan
melindungi
dengan setulus hati kepada yang dicintai
Seperti cerita tentang empat
sahabat Rasulullah SAW. yang sama-sama kehausan dalam suatu pertempuran. Tapi
air yang tersedia tidak cukup untuk mereka berempat. Maka masing-masing mereka
mendahulukan saudaranya. Sampai gelas itu berkeliling tanpa satu pun yang
minum. Begitu ia sampai pada prajurit pertama, ternyata ia sudah syahid. Begitu
juga yang kedua, ketiga dan keempat. Hingga akhirnya semua gugur jadi syuhada.
Semua tegak jadi saksi cinta.
Juga saat Rasulullah saw menyatukan para penghuni
jazirah Arab yang normad, badui dan buta huruf serta tumbuh dalam struktur
sosial berbasis kabilah yang kompleks. Hanya dengan cinta yang besarlah yang
memungkinkan untuk melakukannya. Seperti ketika Rasulullah saw menyatukan suku
Aus dan Khazraj yang terseparasi dalam perang selama 40 tahun, serta menjadikan
mereka semua sebagai kaum Anshar, yang kelak menyatu dengan Muhajirin dari suku
Quraisy. Bahkan ketika beliau memberikan semua harta rampasan perang kepada
kaum Quraisy yang baru saja masuk Islam, dan terkesan “tidak adil” di hati kaum Anshar.
Rasulullah saw hanya memberikan jawaban cintanya: “Bisakah kalian rela bahwa
jatah kalian adalah Rasulullah saw?” Fathu Makkah bahkan tidak lagi menggoda
beliau untuk kembali ke Makkah. Raganya ada di Madinah. Hatinya ada di dalam
hati kaum Anshar. Dan kaum Anshar pun menangis.
Atau pada saat Perang Khandak, dimana pasukan kaum muslimin rela menggali parit sepanjang tiga kilometer sebagai strategi peperangan yang merupakan ide dari Salman Al Farisi untuk melawan pasukan musuh. Padahal saat itu mereka sedang dalam keadaan kelaparan, termasuk Rasulullah sendiri T_T. Mereka sama sekali tidak membantah dan mengeluh, dan dengan rela berpeluh-peluh dan bersusah payah melakukannya selama berhari-hari, hanya karena satu alasan, yaitu kecintaan mereka pada qudwah mereka, pemimpin mereka, Rasulullah SAW. Dan tentunya juga sebagai bukti ketaatan mereka pada Allah Azza wa Jalla.
That’s the the power of love ...
Namun sekali
deklarasi cinta tak terbukti,
Maka kepercayaan akan hilang, lenyap
Karena tidak ada cinta tanpa
kepercayaan ...
Seperti suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Atau anak yang kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Atau sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya. Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya.
Semua itu ada dalam satu situasi: cinta yang tidak terbukti
(Taken from the articles of Ust. Anis Matta - edited)
Cinta dapat melahirkan semua bentuk
keindahan
Bahkan di tengah badai kesulitan
Dan hanya dengan cinta,
Dapat merubah hati yang keras
menjadi selembut kapas
sehalus sutera
Terlebih lagi cinta hadir karenaNya
Yang
kekuatannya begitu dahsyat,
Karena didasari dengan iman yang
kuat
dan
ketulusan hati yang amat sangat
Robbi ...
Karuniakan dan hidupkan selalu cinta
dalam hati ini
Agar kami dapat mencintai kebaikan apapun
yang telah Engkau ciptakan di muka bumi ini
Dan izinkankan pula hati ini untuk
menggapai cintaMu
Dan juga cinta dari orang-orang yang
mencintaiMu
dan golongkan kami sebagai hamba-hambaMu yang selalu engkau cintai
aamiin, aamiin, aamiin Ya Robbal 'alamiin ...
dan golongkan kami sebagai hamba-hambaMu yang selalu engkau cintai
aamiin, aamiin, aamiin Ya Robbal 'alamiin ...