Search This Blog

Popular Posts

Thursday, February 28, 2013

It's all about love ...


Cinta ...
Kadang kala ia tak bisa terdefinisi
Mengapa ia bisa hadir dalam hati
Namun tak bisa dipungkiri
Bahwa cinta selalu membutuhkan kata
Tidak seperti perasaan-perasaan lain
Cinta lebih membutuhkan kata lebih dari apapun
Sebab cinta adalah gelombang makna-makna yang menggores langit hati,
maka jadilah pelangi
Goresannya kuat, warnanya terang, paduannya rumit tapi semuanya nyata
dan indah ...

Cinta  membuat  jiwa halus dan lembut
Maka semua yang lahir dari kehalusan dan kelembutan
Adalah juga makna-makna yang halus dan lembut

Itu sebabnya para pecinta selalu berubah menjadi sastrawan atau penyair. Atau setidaknya menyukai karya-karya para sastrawan, menyukai puisi, atau mau belajar melantunkan lagu. Bukan karena ia percaya bahwa ia akan benar-benar menjadi sastrawan atau penyair yang berbakat. Tapi semata-mata ia tidak kuat menahan gelombang makna-makna cinta, yang ada dalam dirinya. 
Jika tidak dilandasi dengan iman, maka yang ada hanyalah cinta hawa nafsu yang pasti akan berujung pada kemaksiatan.


Dan  cinta yang paling utama adalah kecintaan kita pada Allah SWT , Robb semesta alam yang telah menciptakan dunia ini dengan segala isinya. Hati yang dihiasi dengan iman, akan selalu mecintai hal-hal yang dicintai olehNya, dan juga akan turut membenci apa-apa yang dibenci olehNya.

Cinta adalah juga memberi
memberi adalah pekerjaan
dan pekerjaan cinta adalah memperhatikan, menumbuhkan,
merawat dan melindungi
Dan itu berat...
Sebab pekerjaan itu harus ditunaikan dalam waktu lama
Dan hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh
maka jika kata-kata “Aku mencintaimu” telah terucap,
sejatinya ia harus mempertanggungjawabkannya

Sebab mencintai adalah keputusan  besar
Ada taruhan kepribadian disana
Taruhannya adalah kepercayaan dari orang yang kita cintai
Itu adalah deklarasi jiwa
Bukan saja tentang rasa suka atau ketertarikan
Tapi  kesiapan dan kemampuan untuk memberi
Kesiapan dan kemampuan untuk berkorban
Kesiapan untuk memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi
dengan setulus hati kepada yang dicintai
  
Seperti cerita tentang empat sahabat Rasulullah SAW. yang sama-sama kehausan dalam suatu pertempuran. Tapi air yang tersedia tidak cukup untuk mereka berempat. Maka masing-masing mereka mendahulukan saudaranya. Sampai gelas itu berkeliling tanpa satu pun yang minum. Begitu ia sampai pada prajurit pertama, ternyata ia sudah syahid. Begitu juga yang kedua, ketiga dan keempat. Hingga akhirnya semua gugur jadi syuhada. Semua tegak jadi saksi cinta.

Juga  saat Rasulullah saw menyatukan para penghuni jazirah Arab yang normad, badui dan buta huruf serta tumbuh dalam struktur sosial berbasis kabilah yang kompleks. Hanya dengan cinta yang besarlah yang memungkinkan untuk melakukannya. Seperti ketika Rasulullah saw menyatukan suku Aus dan Khazraj yang terseparasi dalam perang selama 40 tahun, serta menjadikan mereka semua sebagai kaum Anshar, yang kelak menyatu dengan Muhajirin dari suku Quraisy. Bahkan ketika beliau memberikan semua harta rampasan perang kepada kaum Quraisy yang baru saja masuk Islam, dan  terkesan “tidak adil” di hati kaum Anshar. Rasulullah saw hanya memberikan jawaban cintanya: “Bisakah kalian rela bahwa jatah kalian adalah Rasulullah saw?” Fathu Makkah bahkan tidak lagi menggoda beliau untuk kembali ke Makkah. Raganya ada di Madinah. Hatinya ada di dalam hati kaum Anshar. Dan kaum Anshar pun  menangis.

Atau  pada saat Perang Khandak, dimana pasukan kaum muslimin rela menggali parit sepanjang tiga kilometer sebagai strategi peperangan yang merupakan ide dari Salman Al Farisi untuk melawan pasukan musuh. Padahal saat itu mereka sedang dalam keadaan kelaparan, termasuk Rasulullah sendiri  T_T.  Mereka sama sekali tidak membantah dan mengeluh, dan dengan rela berpeluh-peluh dan bersusah payah melakukannya selama berhari-hari, hanya karena satu alasan, yaitu kecintaan mereka pada qudwah mereka, pemimpin mereka, Rasulullah SAW.  Dan tentunya juga sebagai bukti ketaatan mereka pada Allah Azza wa Jalla.
That’s the the power of love ...

Namun  sekali deklarasi cinta tak terbukti,
Maka kepercayaan akan hilang, lenyap
Karena tidak ada cinta tanpa kepercayaan  ...

Seperti suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Atau anak yang kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Atau sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya. Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya. 
Semua itu ada dalam satu situasi: cinta yang tidak terbukti



    (Taken from the articles of  Ust. Anis Matta  -  edited)



Cinta dapat melahirkan semua bentuk keindahan
Bahkan di tengah badai kesulitan
Dan hanya dengan cinta,
Dapat merubah hati yang keras
menjadi selembut kapas
sehalus sutera
Terlebih lagi cinta hadir karenaNya
Yang  kekuatannya begitu dahsyat,
Karena didasari dengan iman yang kuat
dan  ketulusan hati yang amat sangat

 Robbi ...
Karuniakan dan hidupkan selalu cinta dalam hati ini
Agar kami dapat mencintai kebaikan apapun yang telah Engkau ciptakan di muka bumi ini
Dan izinkankan pula hati ini untuk menggapai cintaMu
Dan juga cinta dari orang-orang yang mencintaiMu
dan golongkan kami sebagai hamba-hambaMu yang selalu engkau cintai

aamiin, aamiin, aamiin Ya Robbal 'alamiin ...

Sunday, February 3, 2013

back to my heart ..


Ya Allah,
demi jiwaku yang berada dalam genggamanMu
dan demi masa depanku yang hanya Engkau Yang Maha Tau

berilah hamba petunjuk
siapa yang benar-benar Engkau 'takdirkan hanya untukku'
yang baik untuk kehidupan duniaku
dan juga akhiratku

hanya Engkau tempat diri ini berharap
dan juga memohon

robbabanaa wa taqobbal du'a ...
Lagi-lagi konspirasi ...

karena kepentingan orang-orang kufur dan munafik
yang tidak suka dengan kemuliaan dien ini
yang ingin umat ini terpecah
sehingga saling mencaki, memaki
tidak suka dengan kesolidan sebuah jamaah,
dalam lingkaran ukhuwah yang terpelihara dari masa ke masa


Ya Allah ... sabarkan qiyadah kami yang saat ini sedang Engkau uji
Engkaulah yang lebih mengetahui yang haq dan yang bathil


Allahumma arinal haqqo haqqon warzuqnat tiba’ah, wa arinal baathila baathilan  warzuqnaj tinabah

 "Ya Allah Tunjukkanlah kepada bahwa yang haq itu adalah haq, dan berikanlah kami kekuatan untuk melaksanakannya, dan tunjukkanlah pula kepada kami, bahwa yang bathil itu adalah bathil, dan berikan kepada kami kekuatan untuk menjauhinya"