Ya Allah ...
Engkaulah sebaik-baik tempat berharap
kepadaMu pula kembali segala urusan
dan jangan biarkan diri ini berputus`asa atas segala rahmatMu
Wednesday, December 26, 2012
Thursday, October 18, 2012
Saturday, October 6, 2012
Tuesday, October 2, 2012
For 'you' - For 'him' - For 'someone' out there
'Untuknya' yang masih jadi rahasiaMu Yaa Robb ..
hanya doa yang bisa dipanjatkan
Agar kesehatan, keselamatan
dan juga cinta serta pertolonganMu selalu menyertainya
dimanapun ia berada
Dia yang mencintaiMu
dan juga yang kelak dengan setulus hati
mencintai dan mengasihi diri ini
Yang jadi belahan jiwa, sandaran hati
penghapus rindu yang tak henti
Hingga kami dapat saling menghargai
saling memuliakan
dalam naungan cinta kepadaMu
Wahai Pemilik cinta..
kukembalikan saja cinta ini padaMu
dan bila saatnya nanti akan tulus kuberikan
hanya padanya yang benar-benar Kau takdirkan
hanya untukku ...
Monday, September 24, 2012
Ya Allah ...
izinkanlah hamba untuk memohon,
seorang belahan jiwa
Yang mencintaiMu, sehat, dan hatinya penuh kasih
Berbudi luhur, cerdas, rupawan, berilmu
Berpotensi ekonomi yang hebat juga berwibawa
Penegak kebenaran, penyebar kebaikan
Pengundang sesama kepadaMu (cinta dakwah-red)
pendekar lingkungan hidup
dan yang mesra serta hangat hanya kepadaku ^^
Aamiin Allahumma aamiin ....
(Om Mario Teguh - edited)
izinkanlah hamba untuk memohon,
seorang belahan jiwa
Yang mencintaiMu, sehat, dan hatinya penuh kasih
Berbudi luhur, cerdas, rupawan, berilmu
Berpotensi ekonomi yang hebat juga berwibawa
Penegak kebenaran, penyebar kebaikan
Pengundang sesama kepadaMu (cinta dakwah-red)
pendekar lingkungan hidup
dan yang mesra serta hangat hanya kepadaku ^^
Aamiin Allahumma aamiin ....
(Om Mario Teguh - edited)
Sunyi ...
jauh dari keramaian
jauh dari mereka yang kusayangi
Melupakan sejenak kegelisahan
Kegundahan yang sering menghampiri
Belajar memaknai sesuatu
Tentang arti hidup
Tentang makna sebuah perjuangan
Yang mungkin tak berarti buat orang lain
tapi tidak buatku T_T
Tentang orang-orang yang tidak selamanya bersikap ramah
Namun tak jarang juga yang datang dengan hati yang tulus
Dan tentang cinta sejati
yang memang tidak mudah untuk ditemui :(
Robbi ...
mudahkan setiap lagkah hamba
dalam ikhtiar untuk menjadi hambaMu yang lebih berarti
Dan izinkan hamba untuk menjadi hambaMu yang lebih Engkau cintai
Empat Lawang, 24092012
No body wants to be lonely ...
jauh dari keramaian
jauh dari mereka yang kusayangi
Melupakan sejenak kegelisahan
Kegundahan yang sering menghampiri
Belajar memaknai sesuatu
Tentang arti hidup
Tentang makna sebuah perjuangan
Yang mungkin tak berarti buat orang lain
tapi tidak buatku T_T
Tentang orang-orang yang tidak selamanya bersikap ramah
Namun tak jarang juga yang datang dengan hati yang tulus
Dan tentang cinta sejati
yang memang tidak mudah untuk ditemui :(
Robbi ...
mudahkan setiap lagkah hamba
dalam ikhtiar untuk menjadi hambaMu yang lebih berarti
Dan izinkan hamba untuk menjadi hambaMu yang lebih Engkau cintai
Empat Lawang, 24092012
No body wants to be lonely ...
Thursday, September 13, 2012
Ya Allah ...
terima kasih
untuk orang-orang baik yang hadir
dan yang pernah Kau hadirkan dalam hidup hamba
Yang tulus memberikan kebaikan
bukan karena apapun
Apapun bentuk kebaikan mereka
Semoga Engkau membalas kebaikan mereka
Karena hamba yakin
tidak ada balasan atas kebaikan
selalin kebaikan yang lebih baik
Robbi ... Engkaulah sebaik-baik pemberi balasan
terima kasih
untuk orang-orang baik yang hadir
dan yang pernah Kau hadirkan dalam hidup hamba
Yang tulus memberikan kebaikan
bukan karena apapun
Apapun bentuk kebaikan mereka
Semoga Engkau membalas kebaikan mereka
Karena hamba yakin
tidak ada balasan atas kebaikan
selalin kebaikan yang lebih baik
Robbi ... Engkaulah sebaik-baik pemberi balasan
Sunday, July 15, 2012
Ruang Rindu
Di daun yang ikut mengalir lembut
Terbawa sungai ke ujung mata
Dan aku mulai takut terbawa cinta
Menghirup rindu yang sesakkan dada
Jalanku hampa dankusentuh dia
Terasa hangat oh didalam hati
Kupegang erat dan kuhalangi waktu
Tak urung jua kulihatnya pergi
Tak pernah kuragu dan slalu kuingat
Kerlingan matamu dan sentuhan hangat
Ku saat itu takut mencari makna
Tumbuhkan rasa yang sesakkan dada
Kau datang dan pergi
begitu saja
Semua kutrima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam
Di ruang rindu kita bertemu
"Letto"
Terbawa sungai ke ujung mata
Dan aku mulai takut terbawa cinta
Menghirup rindu yang sesakkan dada
Jalanku hampa dan
Terasa hangat oh didalam hati
Tak urung jua kulihatnya pergi
Tak pernah kuragu dan slalu kuingat
Ku saat itu takut mencari makna
Tumbuhkan rasa yang sesakkan dada
Kau datang dan pergi
begitu saja
Semua kutrima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam
Di ruang rindu kita bertemu
"Letto"
Ya Allah ..
kenapa warga kota ini masih phobia
kalau yang jadi pemimpin mereka seorang ustadz
Padahal kriteria pemimpin yang baik,
salah satunya adalah karena agamanya juga yang baik
Mungkin Ustadz HNW memang ga cocok jadi gubernur
pantesnya jadi The Next President ^_^
Aamin insya Allah wa bi idznillaah ....
Mudah-mudah kemenangan Al Ikhwan di Mesir
dengan Dr. Moursi as the new president of Egypt
juga berimbas pada kemenangan dakwah Islam di negeri ini
aamiin Allahumma aamiin ....
kenapa warga kota ini masih phobia
kalau yang jadi pemimpin mereka seorang ustadz
Padahal kriteria pemimpin yang baik,
salah satunya adalah karena agamanya juga yang baik
Mungkin Ustadz HNW memang ga cocok jadi gubernur
pantesnya jadi The Next President ^_^
Aamin insya Allah wa bi idznillaah ....
Mudah-mudah kemenangan Al Ikhwan di Mesir
dengan Dr. Moursi as the new president of Egypt
juga berimbas pada kemenangan dakwah Islam di negeri ini
aamiin Allahumma aamiin ....
Thursday, May 31, 2012
Karuniakan kesembuhan untuknya Yaa Allah ...
Allahumma Robbannas, adz hibil ba'sa isyfi antasy syafi la syifa'a illa syifa'uka syifa'an la yughodiru saqoman ...
Ya Allah Tuhan dari semua manusia, hilangkan
segala penyakit, sembuhkanlah, hanya Engkau yang dapat menyembuhkan,
tiada kesembuhan kecuali dari padaMu, sembuh yang tidak dihinggapi
penyakit lagi
Allahumma aamiin ...
Monday, May 21, 2012
)I( Menuju DKI Satu, bismillaah ...... )I(
“Saya sih setuju
aja kalo pak Hidayat dari Gubernur, ya asal bisa membuat Jakarta jadi lebih
baik lagi aja. Biaya sekolah ga mahal kalo bisa gratis sampai SMA, berobat ga
mahal, korupsi diberantas ...”
“Kalo PKS mah saya setuju ... Yang suka bikin kegiatan kegiatan sosial, pelayanan
kesehatan gratis, sembako murah, ya bagus aja deh pokoknya ....”
“Emang kalo habis
diinterview ini mau dikasih apa mba “
Ga ada Pak, cuma souvenir aja. Soalnya kita cuma mau tau aja
pendapat Bapak tentang Pilgub DKI tahun ini
“Yah, kirain mau
dikasih apa gituh, ogah deh .. saya udah capek”
Baik Pak, terima kasih ... hiks
“Saya juga setuju
sama Pak Hidayat, cuma dia itu kan orang birokrat, ya mungkin nanti harus lebih
merakyat saja, lebih apa ya ... lebih berbaur dengan masyarakat kecil gitulah
.. tapi intinya dia sudah bagus kok ...”
“Gubernur Jakarta intinya ya harus yang ngerti
tentang seluk beluk Jakarta, mulai dari sejarahnya, sampai semua permasalahan
yang ada di kota ini. Siapapun yang jadi Gubernur, harus bisa buat Jakarta jadi
lebih baik. Itu ajah sih kalo sayah mah ...”
“Ah, semuanya sama
aja. Ga Presiden, ga Gubernur, kalo belom jadi, pada janji-janji semuanya. Program
inilah program itulah, ntar kalo udah jadi aja lupa dah ... Padahal rakyat yang
udah milih mereka, bener-bener berharap banyak. Pokoknya siapa aja yang
terpilih, harus pada nepatin janji semuanyah !!”
Ok, deh bapak :p
Dan yang lebih buat
hati miris ...
Assalamu’alaikum ....
Maaf deh Bu, lain
kali ya ... kita lagi ga nerima sumbangan ( hanya menjawab dari dalam rumah yang
tertutup pagar tanpa melihat siapa yang datang )
Sungguh teganya dirimu teganya, teganya, teganyah ..... :(
Itulah lebih kurang
hasil dari interview Kejutpin (Ketuk Sejuta Pintu/direct selling-red) yang kulakukan hampir setiap Ahad selama kurang lebih 2 bulan terakhir ini, sebagai bagian dari tugas dakwah ini yang harus dijalankan.
Saya dan juga teman-teman lain ( dan juga ikhwah lainnya yang berada di seantero Jakarta Raya ini) mendatangi rumah penduduk di lingkungan
kelurahan tempat tinggal, untuk mengetahui tentang pendapat dan uneg-uneg masyarakat
mengenai pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012. Dan juga bagaimana pendapat dan masukan mereka tentang sosok Ust. Hidayat Nur Wahid, salah seorang ikhwah
terbaik dari harokah ini insya Allah, yang diamanahi untuk menjadi calon
pemimpin ibukota. Dan ini adalah pengalaman pertama saya. Takut sih
pertamanya soalnya belum pernah, takut diomelin, takut diusir. Tapi
alhamdulillah ga seekstrim itu, paling nyebelin sih disangka mau minta
sumbangan aja sama yang punya rumah :(
Selain itu masih ada juga orang-orang yang bersikap apatis
dengan kata ‘politik’. Menganggap bahwa politik itu kotor, penuh dengan
kecurangan, tipu daya, dan sebagainya. Ya mungkin saja seperti itu, jika yang
melakukannya adalah orang-orang yang tidak amanah, tidak jujur, hanya
menginginkan keuntungan pribadi dan golongan, dan yang lebih utama mereka tidak
takut pada Allah. Kita pun tahu bahwa Rasul pun berpolitik, mengurus negara dan
pemerintahan, juga mengurus umat. Hanya saja yang membedakan, kita tidak berada
dalam sistem pemerintaan Islam seperti pada masa Rasulullah atau Khalifah dulu,
tapi berada di bawah naungan democrazy (demokrasi-red).
Namun jika kita tidak turut andil di dalamnya, bagaimana kita bisa ikut
berpartisipasi dalam pemerintahan ini. Memberikan kontribusi untuk negara dan
umat. Dan jujur saja diri ini juga tidak rela jika negeriku yang tercinta ini
hanya dipimpin oleh orang-orang yang tidak amanah, tidak jujur, yang hanya
ingin mengejar keuntungan dunia saja, tanpa sedikitpun pernah memikirkan bagaimana penderitaan rakyat. Tapi insya Allah, masih ada orang-orang
yang tetap idealis dengan kejujuran, karena keimanan mereka masih terjaga
dengan baik, meskipun mungkin jumlahnya kalah banyak dengan mereka yang tergiur
dengan kemewahan duniawi. Sehingga lupa, bahwa tugas utama mereka sebenarnya adalah untuk
melayani umat/rakyat dan membenahi negeri ini, bukan sebaliknya. Wallahu a’lam
...
Intinya, mudah-mudah
apa yang sudah mereka utarakan, benar-benar dipertimbangkan apalagi bisa
diusahakan untuk segera diaplikasikan oleh pemimpin ibukota ini kelak. Karena
memang itulah suara rakyat, yang sangat berharap dapat didengar dan
diperhatikan oleh para pemimpin negeri ini.
Meskipun diriku tidak
terlahir di kota ini, namun sebagai seorang warga kota ini, dan juga sebagai
seorang yang juga memiliki darah Betawi, aku cinta kota ini. Aku ingin Jakarta
jadi lebih baik, dan lebih diberkahi, aamiin insya Allah. Jakarta, yang tidak
hanya dengan segenap kemajemukan yang ada di dalamnya, tapi juga dengan sederet
permasalahan yang harus segera dibenahi.
Ustadz ... jika
Allah mengizinkan kita untuk memenangkan dakwah ini, semoga dirimu senantiasa
dikaruniai keistiqomahan dan kemampuan untuk memimpin dengan adil bijaksana,
Allahumma aamiin ...
Allah yubaarik fiik ...
Robbi ... semoga
apa yang telah kami lakukan untuk dakwah dan umat ini, menjadi amal sholih bagi
kami. Karuniakan keikhlasan kami dalam melakukan semua amal ini, hanya karena
mengharap keridhoanMu bukan karena apapun dan siapapun selain Mu, Allahumma amiin ....
Cempaka Putih
20052012
Monday, May 14, 2012
Sejatinya ...
mawar memang hanya bisa diam dan menunggu
kumbang yang datang
dan mendekat padanya
Robbi ...
jika memang dia yang mendekat padaku sekarang
adalah memang yang terbaik menurutMu
untuk dunia dan akhiratku
berilah hamba petunjuk ...
namun jika bukan
sabarkanlah hatinya
dan berilah ganti dengan yang lebih baik
Amiin Yaa Robbal Alamiin ...
mawar memang hanya bisa diam dan menunggu
kumbang yang datang
dan mendekat padanya
Robbi ...
jika memang dia yang mendekat padaku sekarang
adalah memang yang terbaik menurutMu
untuk dunia dan akhiratku
berilah hamba petunjuk ...
namun jika bukan
sabarkanlah hatinya
dan berilah ganti dengan yang lebih baik
Amiin Yaa Robbal Alamiin ...
Wednesday, April 18, 2012
Friday, April 13, 2012
Monday, April 9, 2012
Monday, April 2, 2012
Friday, March 23, 2012
Saturday, March 17, 2012
'My wishes'
Robb ...
Alhamdulillah, kini telah genap bertambah bilangan usia ini
namun telah berkurang jua sisa hidup hamba di dunia yang fana ini
Ya Allah ...
Izinkan diri ini untuk menjadi hambaMu yang lebih baik
lebih istiqomah, lebih sabar
dan juga lebih bersyukur
serta lebih bermanfaat bagi hamba-hambaMu yang lain
Ampunkan jika selama ini,
hamba lebih banyak melalaikan daripada mengingatMu
lebih sering melupakan daripada mensyukuri nikmatMu
lebih banyak mengecewakan daripada menjadi manfaat bagi hamba-hambaMu yang lain
lebih sering melakukan khilaf daripada beramal sholih
Faghfirlii Ya Ghoffar ...
Wahai Pemilik Arsy Yang Agung...
Terimalah pula segala upaya maksimal hamba dalam beribadah padaMu
meski mungkin sangat jauh dari kesempurnaan
Jadikan setiap ibadah yang hamba lakukan,
sebagai pemberat amal kebaikan kelak di yaumil akhir
Kasihani hamba selalu dengan petunjuk dan pertolonganMu
Anugerahkan keistiqomahan hingga akhir nanti
Karuniakan kesehatan dan juga rizqi yang telah Engkau berkahi
Selamatkan kelak diri ini dengan rahmatMu dari siksa yang amat pedih
Izinkan pula untuk mendapat syafaat dari rasulMu dan berkumpul bersamanya kelak
Dan Robb...
Pertemukanlah pula hamba 'dengannya'
dengan dirinya yang telah Engkau takdirkan sebagai pelengkap hidup hamba
Dia yang juga selalu mengharap cintaMu
Izinkan kelak untuk bersamanya menyempurnakan setiap sisi dien ini,
karena mengharap cinta dan keridhoanMu
Allahumma amiin .....
Robbanaa wataqobbal du'a
Alhamdulillah, kini telah genap bertambah bilangan usia ini
namun telah berkurang jua sisa hidup hamba di dunia yang fana ini
Ya Allah ...
Izinkan diri ini untuk menjadi hambaMu yang lebih baik
lebih istiqomah, lebih sabar
dan juga lebih bersyukur
serta lebih bermanfaat bagi hamba-hambaMu yang lain
Ampunkan jika selama ini,
hamba lebih banyak melalaikan daripada mengingatMu
lebih sering melupakan daripada mensyukuri nikmatMu
lebih banyak mengecewakan daripada menjadi manfaat bagi hamba-hambaMu yang lain
lebih sering melakukan khilaf daripada beramal sholih
Faghfirlii Ya Ghoffar ...
Wahai Pemilik Arsy Yang Agung...
Terimalah pula segala upaya maksimal hamba dalam beribadah padaMu
meski mungkin sangat jauh dari kesempurnaan
Jadikan setiap ibadah yang hamba lakukan,
sebagai pemberat amal kebaikan kelak di yaumil akhir
Kasihani hamba selalu dengan petunjuk dan pertolonganMu
Anugerahkan keistiqomahan hingga akhir nanti
Karuniakan kesehatan dan juga rizqi yang telah Engkau berkahi
Selamatkan kelak diri ini dengan rahmatMu dari siksa yang amat pedih
Izinkan pula untuk mendapat syafaat dari rasulMu dan berkumpul bersamanya kelak
Dan Robb...
Pertemukanlah pula hamba 'dengannya'
dengan dirinya yang telah Engkau takdirkan sebagai pelengkap hidup hamba
Dia yang juga selalu mengharap cintaMu
Izinkan kelak untuk bersamanya menyempurnakan setiap sisi dien ini,
karena mengharap cinta dan keridhoanMu
Allahumma amiin .....
Robbanaa wataqobbal du'a
Thursday, March 15, 2012
Saturday, February 11, 2012
.......
Ya Robbul Izzati ...
dengan mengharap petunjuk dan rahmatMu aku bermohon
jika hatinya memang tertuju padaku
maka satukanlah hati kami dalam mengharap keridhoanMu
Jika cinta yang ia miliki adalah karenaMu
maka izinkanlah cinta ini menyatu
untuk bersama meraih cintaMu
Jika penantian panjang ini
akan berakhir dengan bersamanya
dan itu adalah kehendakMu yang hakiki
maka mudahkanlah keinginan kami
agar dapat menyempurnakan separuh dari dien ini
dalam satu ikatan suci yang Engkau berkahi
Namun jika Engkau berkehendak lain, maka ikhlaskanlah hati kami
dan jadikan kami sebagai hambaMu yang sabar dan tetap bersyukur atas semua kehendakMu
Ya Allah ...
Sesungguhnya semua telah tertulis dalam Lauh MahfuzhMu
jauh sebelum kami dapat melihat dunia ini
Engkaulah Yang Maha Berkendak atas segala sesuatu
Engkau Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kami dari pada diri kami sendiri
Dan Engkau pula yang dapat menyatukan setiap hati yang saling mencinta karenaMu
Segala kesempurnaan hanya milikMu Ya Robbi
dan padaMu jualah kami berharap
dengan mengharap petunjuk dan rahmatMu aku bermohon
jika hatinya memang tertuju padaku
maka satukanlah hati kami dalam mengharap keridhoanMu
Jika cinta yang ia miliki adalah karenaMu
maka izinkanlah cinta ini menyatu
untuk bersama meraih cintaMu
Jika penantian panjang ini
akan berakhir dengan bersamanya
dan itu adalah kehendakMu yang hakiki
maka mudahkanlah keinginan kami
agar dapat menyempurnakan separuh dari dien ini
dalam satu ikatan suci yang Engkau berkahi
Namun jika Engkau berkehendak lain, maka ikhlaskanlah hati kami
dan jadikan kami sebagai hambaMu yang sabar dan tetap bersyukur atas semua kehendakMu
Ya Allah ...
Sesungguhnya semua telah tertulis dalam Lauh MahfuzhMu
jauh sebelum kami dapat melihat dunia ini
Engkaulah Yang Maha Berkendak atas segala sesuatu
Engkau Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kami dari pada diri kami sendiri
Dan Engkau pula yang dapat menyatukan setiap hati yang saling mencinta karenaMu
Segala kesempurnaan hanya milikMu Ya Robbi
dan padaMu jualah kami berharap
Monday, January 30, 2012
My beloved husband ...
“Robb ... semoga Engkau selalu melindungi suamiku, menjaga dan memberkahi setiap langkahnya untuk menjemput rizqiMu yang halal dan berkah, amiin Allahumma amiin ... “. Demikian Aini mengkahiri Sholat Dhuhanya pagi itu dengan memanjatkan doa bagi suaminya yang sangat ia cintai. Sudah tiga hari ini suaminya tengah berada di luar kota, melaksanakan tugas dari kantor tempat ia bekerja. Dan meskipun sudah sering, tetap saja ia sangat merasa kehilangan jika harus ditinggalkan oleh suaminya. Perlahan Ia lalu mengambil sebuah foto yang berada di atas meja, foto mereka berdua, lalu didekapnya erat.
“Syukurku untuk setiap tetes nikmat yang Ia karuniakan, dan juga atas hadirnya dirimu dalam hidupku suamiku ... “, gumamnya dalam hati. Untuk setiap kesabaran, kasih sayang, dan perlindunganmu padaku selama ini. Dirimu benar-benar telah menjadi qowwam yang baik, teman sejati dan pelengkap hidupku, penyempurna sebagian dari dien ini
Aku ingat sekali saat-saat ketika kita baru menikah. Kita yang awalnya begitu malu untuk saling berdekatan atau bersentuhan. Memang tidak mengherankan, karena perkenalan kita memang singkat, dan tanpa pacaran seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang, dan sudah menjadi sesuatu yang lumrah. Dan alhamdulillah, kita bisa mencapai pernikahan ini tanpanya.
Saat itu, tanpa kau bisikkan pun aku tahu kau mencintaiku, karena hatiku bergetar saat berada di sampingmu. Meski tanpa untaian puisi, aku tahu dirimu sangat merindukanku, karena kulihat dari kesungguhanmu untuk menjadikanku pendamping halalmu. Kau pegang ubun-ubunku, sambil berdoa untuk kebaikan watakku dan mohon perlindungan dari kejahatan watakku. Lalu kau tuntun jemari ini, untuk bersama bersujud dan bermunajat padaNya, memohon agar keberkahan selalu tercurah untuk kehidupan rumah tangga kita kelak.
Kita yang hanya bercerita hingga larut malam, tentang dirimu dan juga diriku. Tentang kelurga kita, tentang semuanya. Dan aku tidak menyangka, engkau yang sepertinya terlihat kaku dan pendiam, ternyata bisa juga bersikap jenaka. Hingga akhirnya malam itu hanya kita habiskan untuk bercerita dan bergurau sampai pagi menjelang :D
Suka duka telah kita lalui bersama. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa ambil dari setiap episode kehidupan yang kita jalani. Seperti beberapa tahun lalu, saat aku menyuruhmu untuk mencari pendamping lagi. Karena sudah hampir tiga tahun, pernikahan kita belum juga dikaruniai keturunan. Sebenarnya tidak pernah sedikitpun terlintas dalam benakku untuk menyuruhmu demikian. Saat itu aku hanya ingin melihat dirimu bahagia. Karena pernah suatu ketika di tengah keheningan malam, aku yang tiba-tiba terjaga dari tidurku melihatmu sedang menangis padaNya, memohon dengan lirih agar rumah tangga kita segera dikaruniai buah hati. Dan akupun tak kuasa mendengarnya, hanya ikut menangis seraya mengaminkan setiap bait doa yang kau panjatkan. Hingga akhirnya aku berpikir bahwa cara yang terbaik bagimu adalah dengan menikah lagi. Walaupun mungkin itu akan melukaiku.
Tapi ternyata kau pun tak setega itu untuk melakukannya. Justru dirimu yang semakin menguatkan aku untuk tetap bersabar dan berprasangka baik atas semua kehendakNya. Dan sejak saat itu aku semakin menyadari bahwa dirimu adalah lelaki sholih yang telah Allah karuniakan padaku.
Sekarang kesedihan itu telah berlalu, sudah dua orang buah hati yang telah Ia karuniakan, serta seorang anak yatim yang masih famili, dan telah kita asuh sejak dua tahun lalu, juga turut meramaikan rumah tangga kita. Dan cukuplah semua anugerah ini sebagai surgaku di dunia ini, Maha Suci Allah untuk semua yang telah Ia karuniakan..
Selain itu yang membuatku semakin mengagumimu adalah dirimu yang masih tetap memiliki ghiroh dakwah. Semangat untuk berdakwah yang memang kau miliki sejak masih kuliah dulu dengan aktif di lembaga dakwah kampus. Saat ini tidak lagi mahasiswa yang menjadi sasaranmu, tapi warga di sekitar rumah di tempat kita tinggal. Mengajak para suami untuk ta’lim bersama sekali dalam sepekan. Karena selama ini pengajian sepertinya hanya diharuskan untuk ibu-ibu saja, padahal tidak seperti itu seharusnya. Memang sangat tidak mudah untuk menyeru kebaikan kepada orang lain. Karena jangankan orang lain, pada keluarga sendiri kadang kita sulit untuk mengajaknya, atau saat kefuturan melanda, diri sendiri pun jadi sulit untuk tetap konsisten beribadah dengan maksimal. Meski awalnya memang sulit untuk memulai, tapi dirimu tetap bersemangat. “Dakwah adalah cinta, dan cinta akan meminta semuanya darimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. berjalan, duduk dan tidurmu”, ujarmu saat itu mengutip kata-kata almarhum Ust. Rahmat Abdullah. “Jika kita mampu, mengapa kita tidak turut andil dalam dakwah ini. Dengan cara apapun, lewat media apapun yang kita mampu untuk melakukannya. Jika bukan diriku, pasti akan ada orang lain yang akan melakukannya, sebab Allah lah yang menjaga dakwah ini. Kitalah sesungguhnya yang membutuhkan dakwah. Yakinlah sayangku, semua ini tidak akan sia-sia dalam penilaianNya ...”, katamu sambil mengganggam erat jemariku, seolah ingin meyakinkanku dengan apa yang engkau lakukan. Ah suamiku, sungguh beruntung aku memilikimu.
“Ummii.......”, teriakan Ayyash putra sulungnya yang kini tengah beranjak lima tahun tiba-tiba membuyarkan lamunannya. Nama Ayyash yang diambil dari seorang pejuang Hamas, Yahya Ayyash yang syahid membela negerinya, tanah Al Quds yang suci dan telah Allah berkahi sekelililngnya. Negeri para anbiya, negeri yang di atas tanahnya ada bagunan suci umat muslim, dan negeri yang hingga sekarang masih terluka karena darah masih saja terus mengalir di tempat ini. Berharap kelak Ayyash kecilku pun memiliki jiwa seperti seorang mujahid. Yang berani dan tak gentar membela yang haq, tidak takut mempertahankan kebenaran dari segala bentuk kedholiman dan keserakahan.
“Ini buat Ummi”, katanya sambil menyerahkan setangkai mawar pada umminya. Aini pun menerimanya sambil terheran-heran. “Bunga ini dari orang yang sangat mencintai Ummi....”, kata Ayyash dengan polosnya.
“Abi maksudnya? Abi kan pergi sayang ... “, kata Aini lalu meletakkan Ayyash ke pangkuannya.
“Assalamu’alaikum ....”, tiba-tiba saeorang pria datang sambil menggendong Aisha putri ke dua mereka. “Alhamdulillah, kerjaan Abi udah selesai, jadi bisa pulang lebih cepat. Lagian kalau seminggu kan kelamaan, nanti Ummi jadi mikirin Abi terus hehe :p ”, kata Rangga menggoda istrinya. Yang digoda hanya bisa tersipu malu sambil meraih dan menciumi tangan suaminya.
Suamiku, sungguh aku mencintaimu karenaNya. Karena kesholihanmu dan juga atas semua bentuk penghargaanmu padaku. Izinkan diri ini untuk mencintai dan mendampingimu hingga akhir hayatku, sampai nafasku terhenti. Dan kelak di negeri yang kekal akupun ingin tetap selau bersamamu, mendampingi dirimu, bi idznillaah....
Robbi ... semoga kebahagiaan ini tidak akan berakhir. Rahmatilah dan berkahilah rumah tangga kami, kumpulkan kami kembali kelak di jannahMu, dan golongkan kami sebagai hamba-hambaMu yang beruntung, yang Kau izinkan kelak untuk bertemu dan menatap kemuliaan wajahMu, aamiin Allahumma aamiin ......
“Syukurku untuk setiap tetes nikmat yang Ia karuniakan, dan juga atas hadirnya dirimu dalam hidupku suamiku ... “, gumamnya dalam hati. Untuk setiap kesabaran, kasih sayang, dan perlindunganmu padaku selama ini. Dirimu benar-benar telah menjadi qowwam yang baik, teman sejati dan pelengkap hidupku, penyempurna sebagian dari dien ini
Aku ingat sekali saat-saat ketika kita baru menikah. Kita yang awalnya begitu malu untuk saling berdekatan atau bersentuhan. Memang tidak mengherankan, karena perkenalan kita memang singkat, dan tanpa pacaran seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang, dan sudah menjadi sesuatu yang lumrah. Dan alhamdulillah, kita bisa mencapai pernikahan ini tanpanya.
Saat itu, tanpa kau bisikkan pun aku tahu kau mencintaiku, karena hatiku bergetar saat berada di sampingmu. Meski tanpa untaian puisi, aku tahu dirimu sangat merindukanku, karena kulihat dari kesungguhanmu untuk menjadikanku pendamping halalmu. Kau pegang ubun-ubunku, sambil berdoa untuk kebaikan watakku dan mohon perlindungan dari kejahatan watakku. Lalu kau tuntun jemari ini, untuk bersama bersujud dan bermunajat padaNya, memohon agar keberkahan selalu tercurah untuk kehidupan rumah tangga kita kelak.
Kita yang hanya bercerita hingga larut malam, tentang dirimu dan juga diriku. Tentang kelurga kita, tentang semuanya. Dan aku tidak menyangka, engkau yang sepertinya terlihat kaku dan pendiam, ternyata bisa juga bersikap jenaka. Hingga akhirnya malam itu hanya kita habiskan untuk bercerita dan bergurau sampai pagi menjelang :D
Suka duka telah kita lalui bersama. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa ambil dari setiap episode kehidupan yang kita jalani. Seperti beberapa tahun lalu, saat aku menyuruhmu untuk mencari pendamping lagi. Karena sudah hampir tiga tahun, pernikahan kita belum juga dikaruniai keturunan. Sebenarnya tidak pernah sedikitpun terlintas dalam benakku untuk menyuruhmu demikian. Saat itu aku hanya ingin melihat dirimu bahagia. Karena pernah suatu ketika di tengah keheningan malam, aku yang tiba-tiba terjaga dari tidurku melihatmu sedang menangis padaNya, memohon dengan lirih agar rumah tangga kita segera dikaruniai buah hati. Dan akupun tak kuasa mendengarnya, hanya ikut menangis seraya mengaminkan setiap bait doa yang kau panjatkan. Hingga akhirnya aku berpikir bahwa cara yang terbaik bagimu adalah dengan menikah lagi. Walaupun mungkin itu akan melukaiku.
Tapi ternyata kau pun tak setega itu untuk melakukannya. Justru dirimu yang semakin menguatkan aku untuk tetap bersabar dan berprasangka baik atas semua kehendakNya. Dan sejak saat itu aku semakin menyadari bahwa dirimu adalah lelaki sholih yang telah Allah karuniakan padaku.
Sekarang kesedihan itu telah berlalu, sudah dua orang buah hati yang telah Ia karuniakan, serta seorang anak yatim yang masih famili, dan telah kita asuh sejak dua tahun lalu, juga turut meramaikan rumah tangga kita. Dan cukuplah semua anugerah ini sebagai surgaku di dunia ini, Maha Suci Allah untuk semua yang telah Ia karuniakan..
Selain itu yang membuatku semakin mengagumimu adalah dirimu yang masih tetap memiliki ghiroh dakwah. Semangat untuk berdakwah yang memang kau miliki sejak masih kuliah dulu dengan aktif di lembaga dakwah kampus. Saat ini tidak lagi mahasiswa yang menjadi sasaranmu, tapi warga di sekitar rumah di tempat kita tinggal. Mengajak para suami untuk ta’lim bersama sekali dalam sepekan. Karena selama ini pengajian sepertinya hanya diharuskan untuk ibu-ibu saja, padahal tidak seperti itu seharusnya. Memang sangat tidak mudah untuk menyeru kebaikan kepada orang lain. Karena jangankan orang lain, pada keluarga sendiri kadang kita sulit untuk mengajaknya, atau saat kefuturan melanda, diri sendiri pun jadi sulit untuk tetap konsisten beribadah dengan maksimal. Meski awalnya memang sulit untuk memulai, tapi dirimu tetap bersemangat. “Dakwah adalah cinta, dan cinta akan meminta semuanya darimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. berjalan, duduk dan tidurmu”, ujarmu saat itu mengutip kata-kata almarhum Ust. Rahmat Abdullah. “Jika kita mampu, mengapa kita tidak turut andil dalam dakwah ini. Dengan cara apapun, lewat media apapun yang kita mampu untuk melakukannya. Jika bukan diriku, pasti akan ada orang lain yang akan melakukannya, sebab Allah lah yang menjaga dakwah ini. Kitalah sesungguhnya yang membutuhkan dakwah. Yakinlah sayangku, semua ini tidak akan sia-sia dalam penilaianNya ...”, katamu sambil mengganggam erat jemariku, seolah ingin meyakinkanku dengan apa yang engkau lakukan. Ah suamiku, sungguh beruntung aku memilikimu.
“Ummii.......”, teriakan Ayyash putra sulungnya yang kini tengah beranjak lima tahun tiba-tiba membuyarkan lamunannya. Nama Ayyash yang diambil dari seorang pejuang Hamas, Yahya Ayyash yang syahid membela negerinya, tanah Al Quds yang suci dan telah Allah berkahi sekelililngnya. Negeri para anbiya, negeri yang di atas tanahnya ada bagunan suci umat muslim, dan negeri yang hingga sekarang masih terluka karena darah masih saja terus mengalir di tempat ini. Berharap kelak Ayyash kecilku pun memiliki jiwa seperti seorang mujahid. Yang berani dan tak gentar membela yang haq, tidak takut mempertahankan kebenaran dari segala bentuk kedholiman dan keserakahan.
“Ini buat Ummi”, katanya sambil menyerahkan setangkai mawar pada umminya. Aini pun menerimanya sambil terheran-heran. “Bunga ini dari orang yang sangat mencintai Ummi....”, kata Ayyash dengan polosnya.
“Abi maksudnya? Abi kan pergi sayang ... “, kata Aini lalu meletakkan Ayyash ke pangkuannya.
“Assalamu’alaikum ....”, tiba-tiba saeorang pria datang sambil menggendong Aisha putri ke dua mereka. “Alhamdulillah, kerjaan Abi udah selesai, jadi bisa pulang lebih cepat. Lagian kalau seminggu kan kelamaan, nanti Ummi jadi mikirin Abi terus hehe :p ”, kata Rangga menggoda istrinya. Yang digoda hanya bisa tersipu malu sambil meraih dan menciumi tangan suaminya.
Suamiku, sungguh aku mencintaimu karenaNya. Karena kesholihanmu dan juga atas semua bentuk penghargaanmu padaku. Izinkan diri ini untuk mencintai dan mendampingimu hingga akhir hayatku, sampai nafasku terhenti. Dan kelak di negeri yang kekal akupun ingin tetap selau bersamamu, mendampingi dirimu, bi idznillaah....
Robbi ... semoga kebahagiaan ini tidak akan berakhir. Rahmatilah dan berkahilah rumah tangga kami, kumpulkan kami kembali kelak di jannahMu, dan golongkan kami sebagai hamba-hambaMu yang beruntung, yang Kau izinkan kelak untuk bertemu dan menatap kemuliaan wajahMu, aamiin Allahumma aamiin ......
Sunday, January 22, 2012
"Untukmu"
Diamku ...
bukan karena ku tak peduli
bukan karena ku tak pahami
bukan karena ku tak ingin
hanya ingin menjaga hati
dari angan yang tak pasti
dan sering buat hati terlukai
Diamku ...
bukan berarti ku berhenti berharap padaNya
memohon pentunjukNya
karena hanya padaNya saja
tertuju semua asa
Diamku ...
juga untuk membiarkanmu berpikir
mempertimbangkan dengan segala rasa
tentang segala keinginan dan cita
serta cinta yang mungkin bisa terbina
dengan memohon petunjukNya
dalam setiap doa’mu
setiap istikharahmu
hingga keyakinan itu ada
dan hatimu benar-benar percaya
karena yang kuingin bukan hanya sekedar pengungkapan
tapi sebuah kepastian
bahwa hatimu memang memilihku ......
22012012
10.50pm
bukan karena ku tak peduli
bukan karena ku tak pahami
bukan karena ku tak ingin
hanya ingin menjaga hati
dari angan yang tak pasti
dan sering buat hati terlukai
Diamku ...
bukan berarti ku berhenti berharap padaNya
memohon pentunjukNya
karena hanya padaNya saja
tertuju semua asa
Diamku ...
juga untuk membiarkanmu berpikir
mempertimbangkan dengan segala rasa
tentang segala keinginan dan cita
serta cinta yang mungkin bisa terbina
dengan memohon petunjukNya
dalam setiap doa’mu
setiap istikharahmu
hingga keyakinan itu ada
dan hatimu benar-benar percaya
karena yang kuingin bukan hanya sekedar pengungkapan
tapi sebuah kepastian
bahwa hatimu memang memilihku ......
22012012
10.50pm
Subscribe to:
Posts (Atom)