Search This Blog

Popular Posts

Monday, May 21, 2012

)I( Menuju DKI Satu, bismillaah ...... )I(


“Saya sih setuju aja kalo pak Hidayat dari Gubernur, ya asal bisa membuat Jakarta jadi lebih baik lagi aja. Biaya sekolah ga mahal kalo bisa gratis sampai SMA, berobat ga mahal, korupsi diberantas ...”

 “Kalo PKS mah saya setuju ... Yang  suka bikin kegiatan kegiatan sosial, pelayanan kesehatan gratis, sembako murah, ya bagus aja deh pokoknya ....”

“Emang kalo habis diinterview ini mau dikasih apa  mba “
Ga ada Pak, cuma souvenir aja. Soalnya kita cuma mau tau aja pendapat Bapak tentang Pilgub DKI tahun ini
“Yah, kirain mau dikasih apa gituh, ogah deh .. saya udah capek”
Baik Pak, terima kasih ... hiks

“Saya juga setuju sama Pak Hidayat, cuma dia itu kan orang birokrat, ya mungkin nanti harus lebih merakyat saja, lebih apa ya ... lebih berbaur dengan masyarakat kecil gitulah .. tapi intinya dia sudah bagus kok ...”

 “Gubernur Jakarta intinya ya harus yang ngerti tentang seluk beluk Jakarta, mulai dari sejarahnya, sampai semua permasalahan yang ada di kota ini. Siapapun yang jadi Gubernur, harus bisa buat Jakarta jadi lebih baik. Itu ajah sih kalo sayah mah ...”

“Ah, semuanya sama aja. Ga Presiden, ga Gubernur, kalo belom jadi, pada janji-janji semuanya. Program inilah program itulah, ntar kalo udah jadi aja lupa dah ... Padahal rakyat yang udah milih mereka, bener-bener berharap banyak. Pokoknya siapa aja yang terpilih, harus pada nepatin janji semuanyah !!”
Ok, deh bapak :p

Dan yang lebih buat hati miris ...
Assalamu’alaikum ....
Maaf deh Bu, lain kali ya ... kita lagi ga nerima sumbangan ( hanya menjawab dari dalam rumah yang tertutup pagar tanpa melihat siapa yang datang )
Sungguh teganya dirimu teganya, teganya, teganyah ..... :(

Itulah lebih kurang hasil dari interview Kejutpin (Ketuk Sejuta Pintu/direct selling-red)  yang kulakukan hampir setiap Ahad selama kurang lebih 2 bulan terakhir ini, sebagai bagian dari tugas  dakwah ini yang harus dijalankan. Saya dan juga teman-teman lain ( dan juga ikhwah lainnya yang berada di seantero Jakarta Raya ini) mendatangi rumah penduduk di lingkungan kelurahan tempat tinggal, untuk mengetahui tentang pendapat dan uneg-uneg masyarakat mengenai pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012. Dan juga bagaimana  pendapat dan masukan mereka tentang  sosok Ust. Hidayat Nur Wahid, salah seorang ikhwah terbaik dari harokah ini insya Allah, yang diamanahi untuk menjadi calon pemimpin ibukota. Dan ini adalah pengalaman pertama saya. Takut sih pertamanya soalnya belum pernah, takut diomelin, takut diusir. Tapi alhamdulillah ga seekstrim itu, paling nyebelin sih disangka mau minta sumbangan aja sama yang punya rumah :( 

 Selain itu  masih ada juga orang-orang yang bersikap  apatis dengan kata ‘politik’. Menganggap bahwa politik itu kotor, penuh dengan kecurangan, tipu daya, dan sebagainya. Ya mungkin saja seperti itu, jika yang melakukannya adalah orang-orang yang tidak amanah, tidak jujur, hanya menginginkan keuntungan pribadi dan golongan, dan yang lebih utama mereka tidak takut pada Allah. Kita pun tahu bahwa Rasul pun berpolitik, mengurus negara dan pemerintahan, juga mengurus umat. Hanya saja yang membedakan, kita tidak berada dalam sistem pemerintaan Islam seperti pada masa Rasulullah atau Khalifah dulu, tapi berada di bawah naungan democrazy (demokrasi-red). Namun jika kita tidak turut andil di dalamnya, bagaimana kita bisa ikut berpartisipasi dalam pemerintahan ini. Memberikan kontribusi untuk negara dan umat. Dan jujur saja diri ini juga tidak rela jika negeriku yang tercinta ini hanya dipimpin oleh orang-orang yang tidak amanah, tidak jujur, yang hanya ingin mengejar keuntungan dunia saja, tanpa sedikitpun pernah memikirkan bagaimana penderitaan rakyat. Tapi insya Allah, masih ada orang-orang yang tetap idealis dengan kejujuran, karena keimanan mereka masih terjaga dengan baik, meskipun mungkin jumlahnya kalah banyak dengan mereka yang tergiur dengan kemewahan duniawi. Sehingga lupa, bahwa tugas utama mereka sebenarnya adalah untuk melayani umat/rakyat dan membenahi negeri ini, bukan sebaliknya. Wallahu a’lam ... 

Intinya, mudah-mudah apa yang sudah mereka utarakan, benar-benar dipertimbangkan apalagi bisa diusahakan untuk segera diaplikasikan oleh pemimpin ibukota ini kelak. Karena memang itulah suara rakyat, yang sangat berharap dapat didengar dan diperhatikan oleh para pemimpin negeri ini.

Meskipun diriku tidak terlahir di kota ini, namun sebagai seorang warga kota ini, dan juga sebagai seorang yang juga memiliki darah Betawi, aku cinta kota ini. Aku ingin Jakarta jadi lebih baik, dan lebih diberkahi, aamiin insya Allah. Jakarta, yang tidak hanya dengan segenap kemajemukan yang ada di dalamnya, tapi juga dengan sederet permasalahan  yang harus segera dibenahi.

Ustadz ... jika Allah mengizinkan kita untuk memenangkan dakwah ini, semoga dirimu senantiasa dikaruniai keistiqomahan dan kemampuan untuk memimpin dengan adil bijaksana, Allahumma aamiin ...
Allah yubaarik fiik ...

Robbi ... semoga apa yang telah kami lakukan untuk dakwah dan umat ini, menjadi amal sholih bagi kami. Karuniakan keikhlasan kami dalam melakukan semua amal ini, hanya karena mengharap keridhoanMu bukan karena apapun dan siapapun selain Mu, Allahumma amiin ....




Cempaka Putih
20052012

No comments:

Post a Comment